Jumlah kendaraan bermotor di Kota Madiun dari hari ke hari terus bertambah. Hingga akhir 2009 saja, kepemilikan sepeda motor sudah mencapai 68.731 unit. Sedangkan sedan ada 2.065 unit dan station 5.314 unit. ”Kondisi ini tak lepas dari jumlah kendaraan di daerah sekitar. Sebab banyak yang lalu lalang ke kota,” kata Gaguk Hariyono, Kepala Dishubkominfo Kota Madiun, kemarin (8/6).
Di Kabupaten Madiun misalnya, sepeda motor saja sudah sekitar 132.702 unit. Sedangkan jumlah busnya mencapai 1.471 dan roda empat sebanyak 8.585 unit. Banyaknya kendaraan yang melintas di kota membuat lalu lintas semakin padat. Gaguk menyebut, lokasi yang rawan kepadatan salah satunya di Jalan Pahlawan. Sebab di jalan itu banyak pusat perbelanjaan. ”Meski di sana ada empat lokasi parkir, sering tidak mampu menampung jumlah kendaraan,” tambahnya.
Titik rawan macet atau kendaraan padat juga terjadi di Jalan dr Soetomo, sekitar RSUD dr Soedono Madiun. Kondisi diperparah dengan banyaknya parkir motor yang berada di sisi kiri jalan dan sebagian kanan jalan. ”Kami belum bisa melakukan penertiban. Karena belum ada solusi lokasi parkir pengganti. Padahal kebutuhan lahan parkir di rumah sakit itu cukup tinggi,” papar Gaguk.
Dijelaskan, titik rawan kepadatan lalu lintas juga terlihat di Alun-Alun saat sore dan malam hari. Begitu juga di Jalan Diponogoro yang kini dipenuhi stan PKL. Gaguk memprediksi, kepadatan kendaraan di jalan-jalan akan lebih parah pada 10 tahun mendatang.
Rencananya, Dishubkominfo akan membentuk forum lalu lintas. Keanggotaan forum tersebut terdiri dari Dinas PU, Kepolisian, Dishubkominfo, pimpinan redaksi media cetak maupun elektronik. ”Anggota forum inilah yang akan merekomendasi langkah-langkah yang perlu dilakukan untuk mengurai kepadatan. Salah satunya dengan rekayasa lalu lintas,” terangnya. Menurut Gaguk, rekayasa lalu lintas bisa berupa pengubahan jalur. Begitu juga penambahan sarana parsarana lalu lintas.
JPNN
Baca juga :
Komentar :