Beberapa titik jalan raya di Kabupaten Madiun rusak berat. Kondisinya berlubang di sana-sini. Sudah begitu, permukaan aspal juga bergelombang. Akibatnya, warga yang melintas di jalur itu harus ekstra hati-hati. Data Dari Dinas PU Bina Marga dan Cipta Karya setempat, jalan yang sudah tidak layak dilewati itu sedikitnya berada di tiga jalur. Yakni, Caruban-Kare, Balerejo-Muneng (Pilangkeceng), dan Sawahan-Kwadungan (Ngawi).
Di Jalur Caruban- Kare, kerusakan yang terjadi lebih di 10 titik. Baik yang berlubang, retak maupun permukaan yang tidak rata. Kondisi itu paling banyak berada di wilayah Desa Randu Alas, Kare. Menurut penuturan warga setempat, kerusakan itu sudah terjadi beberapa bulan terakhir. ”Berlubangnya sudah lama,” ujar Sunarto, salah seorang warga yang biasa melintas di jalur itu.
Saat melintas di titik jalan yang rusak itu, dia harus mengurangi kecepatan motornya. Selain itu, terpaksa berjalan zig-zag untuk menghindari jalan yang berlubang. Sunarto juga mengeluhkan saat melintas di jalur alternatif Caruban- Kare itu jika hujan turun. ”Kalau hujan lubangnya tidak kelihatan, beberapa kali motor saya masuk lubang,” ungkapnya.
Saat dikonfirmasi, Kepala Dinas PU Bina Marga dan Cipta Karya Iswahjudi tidak menampik terjadinya kerusakan beberapa titik jalan raya di wilayahnya itu. Dia menjelaskan, upaya perbaikan di jalur Caruban-Kare belum selesai dilakukan. ”Tahun lalu (2009) belum semuanya diperbaiki,” katanya.
Meski begitu, lanjutnya, upaya perbaikan akan kembali dilakukan tahun ini yang sumber dananya dari APBD Kabupaten Madiun. Selain itu, dengan mengajukan bantuan dana ke provinsi dan Departemen Pekerjaan Umum. Hanya saja, Iswahjudi memperkirakan upaya rehabilitasi jalan itu baru rampung pada 2011.
Dia menambahkan, rusaknya infrastruktur jalan juga mengganggu aktivitas warga. Di jalur Caruban-Kare, misalnya, penjualan hasil panen dari daerah pegunungan ke Caruban sedikit terhambat. Padahal, jalur itu diresmikan oleh Gubernur Jatim di tahun 2008 untuk melancarkan perekonomian warga.
JPNN