Ruang multimedia SMA Negeri 1 Saradan, Kabupaten Madiun dibobol maling. Sembilan unit komputer dan LCD proyektor raib digondol pencuri. Kerugian diperkirakan mencapai Rp 63 juta. Peristiwa pencurian itu terjadi pada Kamis (17/6) dini hari. Pelakunya, diduga lebih dari dua orang. ”Untuk tersangkanya masih kami selidiki,” ujar Kapolres Madiun AKBP Umar Effendi dikonfirmasi melalui Kapolsek Saradan AKP Erbin Pasaribu.
Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), jelasnya, untuk masuk ke dalam sekolah pelaku pelakukan perusakan. Yakni, merusak pagar besi di samping SMA dan jendela ruang multimedia. ”Saat kejadian itu tidak ada yang melihat. Tapi, informasi dari sekolah pencurian diduga dilakukan malam hari,” kata mantan Kapolsek Sawahan itu.
Informasi yang dihimpun, raibnya piranti komputer itu kali pertama diketahui sekitar pukul 04.00 WIB. Kala itu, Sudarsono penjaga malam sekolah, bangun tidur. Pria berusia 45 tahun itu kaget bukan kepalang. Lantaran, melihat ruang multimedia dalam keadaan terbuka dan di dalamnya kondisi berantakan. ”Sebelumnya, saya tidur di ruang tata usaha (di sebelah timur ruang komputer),” terangnya ditemui di sekolah.
Mengetahui itu, Sudarsono bersama seorang penjaga malam lainnya memeriksa kondisi di sekitar sekolah. Lalu, ditemukan pagar besi di sebelah ruang multimedia rusak. Dia menduga, pencuri sengaja merusaknya dengan gergaji. Lalu, digunakan sebagai pintu masuk dan keluar oleh pembobol.
Agus Sugiharto, salah seorang guru menambahkan, sebagian komputer di ruang multimedia itu hasil swadaya komite sekolah. Tetapi, mayoritas merupakan pengadaan dari dana block grant pemerintah pusat. ”Yang hilang sembilan CPU, monitor LCD dan proyektor,” katanya.
Sementara itu, peristiwa pencurian di SMA Negeri 1 Saradan disayangkan pihak komite sekolah. Suparno, ketua komite sekolah menyatakan, faktor rendahnya keamanan diduga menjadi penyebab aksi pencurian itu. ”Kok bisa terjadi, bagaimana dengan keamanannya, terus penjelasan ke orang tua siswa bagaimana?,” ungkapnya.
JPNN