Kabar cukup menggembirakan diterima Pemkab Madiun. Pada 2011, Pemprov Jatim memberi prioritas pemkab mendirikan SMK berstandar internasional. Sekdaprov Jatim, Rasiyo menyatakan, pihaknya siap membantu merealisasikan hal itu. ”Saya sarankan agar bupati mengajukan permohonan ke gubernur, nanti maju dengan saya,” katanya.
Rasiyo menyampaikan hal itu di sela-sela peresmian gedung baru SMK Terpadu Wisma Wisnu di Desa Jerukgulung, Kecamatan Balerejo. Menurutnya, sikap siap membantu itu salah satunya dipengaruhi faktor kedaerahan. Yakni, antara Gubernur Soekarwo dan Rasiyo, merupakan putra Kabupaten Madiun. ”Gubernur dan Sekdaprov akan beban moral jika pendidikan di sini (Kabupaten Madiun, Red) tidak maju,” ungkap pria asli Desa Babadan Lor, Kecamatan Balerejo itu.
Tetapi, untuk mewujudkan pendirian SMK berstandar internasional, lanjut Rasiyo, pemkab perlu menyiapkan lahan seluas dua hingga tiga hektare. Dan, syarat lain tanah itu kepemilikannya tidak bermasalah. Sedangkan bangunan akan ditanggung pemprov dengan dana mencapai kisaran Rp 15 miliar.
Program itu, lanjut Rasiyo, sebagai langkah memeratakan pendidikan berkualitas. Lulusan SMK, tambahnya, diharapkan output-nya bisa terserap di dunia kerja. ”Pendidikan adalah segala-galanya,” tambahnya.
Dijelaskan, di Provinsi Jatim penambahan SMK menjadi program utama. Di tahun misalnya, SMK berstandar internasional akan didirikan di lima kabupaten. Yakni, Situbondo, Sampang, Pacitan, Bondowoso dan Pasuruan. ”Di daerah itu IPM (indeks pembangunan manusia)-nya rendah,” jelasnya.
Sinyal dari Sekdaprov Rasiyo disambut positif Bupati Madiun, Muhtarom. Pemkab akan menindaklanjuti tawaran itu, yakni dengan memetakan lahan. Salah satu daerah yang dipilih, adalah Caruban untuk menopang sebagai ibukota. ”Tidak terlalu di desa maupun di kota,” kata Muhtarom.
JPNN
Baca juga :
Komentar :