Dhungkrek mampu memikat perhatian warga asing. Buktinya, tiga mahasiswa dari Amerika Serikat terpukau dengan kesenian khas Kabupaten Madiun yang dimainkan siswa SMPN 1 Mejayan di sekolahnya, kemarin (4/6). Tidak hanya itu, ketiganya juga menyempatkan menari dan memaikan alat musik pengiringnya. Yakni kendang dan korek (alat musik berbunyi krek-krek). ”Kami sengaja menyambutnya dengan budaya asli sini (Kabupaten Madiun, Red) dan ternyata mereka senang,” ujar Kepala SMPN 1 Mejayan, Doli Sapardi, kemarin.
Kunjungan tiga mahasiswa asing itu, jelasnya, dalam kegiatan pertukaran pelajar. Khususnya, dalam bidang budaya dan bahasa. Penyajian dhungkrek dinilai sesuai tema acara. ”Siswa di sini juga mendapat ilmu bahasa Inggris dari mereka. Istilahnya, sambil menyelam minum air,” ungkap Doli.
Ilmu bahasa Inggris yang diperoleh, jelasnya, berupa percakapan. Kesempatan ini tak disia-siakan karena siswa belum belajar langsung dari subyeknya. ”Mungkin anak-anak tahu maknanya tapi belum enak pengucapannya. Ini yang bisa didapat dari kunjungan mereka,” tambahnya.
Sebaliknya, tiga mahasiswa Amerika Serikat itu juga memperoleh ilmu bahasa Indonesia. Itu, ketiga mereka melakukan dialog di dalam kelas yang diproyeksikan menjadi rintisan sekolah berstandar internasional. ”Tukar menukar ilmu lah,” katanya.
Tukar menukar ilmu bahasa rupanya juga memikat mahasiswa asing itu. Saat berdialog mereka sering bertanya tentang arti dari sebuah kata. Di antaranya, girl, smile dan fight kepada siswa SMPN 1 Mejayan. ”Smile artinya mesam-mesem,” ucap Stevani, salah seorang mahasiswa dengan logat Amerika-nya.
Sekadar informasi, ketiga mahasiswa luar negeri itu berasal dari tiga kampus berbeda di Amerika Serikat. Yakni, Jenny dari Universitas Colorado, Jarret dari Universitas Kansas dan Stevani dari Universitas Nebraska. Ketiganya merupakan rombongan pertukaran pelajar di Kabupaten Madiun. Kegiatan akan berlangsung 4 – 20 Juni mendatang.
JPNN
Baca juga :
Komentar :