Sunday, September 5, 2010 18:52 WIB

KA Logawa Terguling di Saradan, 6 Tewas, 73 Luka-Luka

Oleh web admin pada Wednesday, June 30, 2010, 15:40

Bagaimana mengubah blog WordPress menjadi MESIN UANG yang MEMATIKAN !! Tutorial komplit dilengkapi Software dan Script Siap Pakai SEO Complete Guide for Wordpress Instant Internet Business Ideas

142637large KA Logawa Terguling di Saradan, 6 Tewas, 73 Luka Luka
Kecelakaan kereta api nan tragis siang kemarin (29/6) terjadi di Dusun Petung, Desa Pajaran, Saradan, Kabupaten Madiun. Tiga gerbong KA Logawa kelas ekonomi dari Purwokerto jurusan Jember, sekitar pukul 14.00 WIB terputus dan anjlok dari rel. Karena kondisi rel begitu tinggi dari tanah, tiga gerbong terguling.

Kecelakaan tragis ini menyebabkan enam penumpang tewas dan 73 lainnya terluka. Gerbong yang putus adalah rangkaian nomor 9, 10 dan 11. Sedangkan rangkaian 6, 7, 8 juga keluar dari rel. Hingga berita ini ditulis, enam korban laki-laki yang meninggal itu dibawa ke RSUD Caruban, Kabupaten Madiun. Informasi yang dihimpun, korban tewas adalah dua warga Kota Madiun yakni Rahmat Bayu Rianto, 14, warga Jalan Manggala Mulya, Rejomulyo dan Sholeh, 58, warga Jalan Kalimantan RT 6/2 Kartoharjo. Korban tewas lainnya, Agus Rivanto, 20, warga Desa Sirapan, Kecamatan/Kabupaten Madiun.

Sedangkan empat lainnya, Haryadi M. Nur Khoiri, 38, warga Jalan Kyai Hasyim Asy’ari, Kota Malang, Kwatno, 29, warga Desa Sibalung, Kemranjen, Banyumas. Dan, Ibnu Malik, 44, warga Genengan, Doho, Blitar.

Korban luka-luka sebagian besar dirawat di RSUD Caruban. Ada juga yang dirujuk ke RSUD dr Soedono Madiun. ”Informasinya ada juga yang dibawa ke rumah sakit di Nganjuk,” kata Direktur RSUD Caruban, drg Farid Dimyati, kemarin.

Penyebab kecelakaan itu belum diketahui pasti. Tetapi, berdasarkan keterangan para penumpang yang selamat, pemicu peristiwa itu karena pengait atau sambungan KA yang terdiri dari sebelas rangkaian itu putus. Tepatnya, antara gerbong delapan dan sembilan. KA Logawa melaju dari arah barat atau Madiun menuju Jember. ”Tiba-tiba saja ada getaran lalu terguling. Mungkin karena sambungan antargerbong putus,” kata Sudarsono, salah seorang penumpang yang selamat ditemui di lokasi kejadian.

Hal senada dikatakan, The Giok Tjan, penumpang selamat lainnya. Menurutnya, sebelum terguling gerbong KA sempat bergetar. Saat itulah, para penumpang di dalam gerbong 11 yang ditumpanginya panik. Lalu, berusaha menyelamatkan diri. ”Mungkin saja, penyebabnya karena sambungan antar gerbong putus,” katanya.

Manajer Pemasaran Daop VII Madiun Slamet Sriyanto mengatakan, pihaknya belum bisa memastikan penyebab kecelakaan itu. Lantaran, masih perlu penyelidikan lebih lanjut. Dia menduga, pemicu peristiwa itu bukan karena masalah rel. ”Perbaikan rel baru saja dilakukan dan sudah keras,” tuturnya, ditemui di lokasi kejadian.

Wakil Kepala PT KA Daop VII Madiun, Nur Amin menjelaskan, perbaikan rel baru dilakukan 15 hari lalu. Yakni, dengan rel jenis R 54 atau yang berukuran paling besar. ”Kami belum tahu penyebabnya,” tuturnya.

Gerbong Terlempar, Korban Tergencet
Kecelaan KA Logawa begitu tragis. Tiga gerbong masing-masing nomor 9, 10 dan 11 keluar dari rel, terputus dari sambungan dan terlempar serta terguling. Total KA Logawa membawa 11 rangkaian gerbong.

3 gerbong paling belakang keluar ke sisi kiri (utara) rel. Jaraknya, sekitar lima hingga sepuluh meter dari jalur. Bahkan, gerbong nomor sebelas terguling dan dua lainnya miring.

Sedangkan posisi gerbong nomor 5, 6, 7, 8 juga keluar dari rel. Jaraknya sekitar 300 meter dari tiga gerbong paling belakang. Informasinya, lokomotif dan rangkaian nomor 1, 2, 3, 4 berhenti di Stasiun Wilangan, Ngajuk.

Kondisi rel pun rusak. Dengan panjang sekitar sepuluh meter di salah satu sisi rel (utara) tidak menempel pada bantalan beton alias pecah. Bahkan, bantalannya yang terbuat dari beton ambles. Polisi dari Polres Madiun, polisi khusus KA Daop VII Madiun turun ke lokasi kejadian. Para petugas itu bersama sebagian warga berusaha menyelamatkan penumpang dan barang bawaannya.

Dalam proses evakuasi ini, petugas begitu berhati-hati. Lantaran, posisi rangkaian nomor 10 dan 11 dari depan miring. Dikhawatirkan akan ambles dan mengenai warga. Maka, petugas mengimbau agar warga tidak berada di bawah gerbong itu melalui megaphone.

Enam korban tewas ditemukan tewas di tempat terpisah. Satu mayat ditemukan di luar gerbong karena terlempar. Dua mayat korban lainnya tergencet gerbong nomor 10 dan tiga lainnya di dalam gerbong yang sama.

Humas PT KA Daop VII Madiun Hariyono Wirotomo mengatakan, gerbong yang terguling hingga pukul 20.30 WIB tadi malam belum dievakuasi. Sebab, PT KA memprioritaskan perbaikan rel. ”Proses perbaikan rel dilakukan hingga pukul 24.00,” katanya.

Saat perbaikan berlangsung hingga semalam, lanjutnya, jalur KA dialihkan ke utara. Untuk KA jurusan Surabaya – Jakarta, Hariyono mencontohkan dilewatkan Gresik, Bojononegoro – Cepu – Semarang – Jakarta. ”Sebelum gerbong yang anjlok dievakuasi kami memperbaiki rel dulu, agar segera kembali bisa dilewati,” jelasnya. Hariyono menambahkan, bagi korban kecelakaan sepenuhnya akan mendapat santunan dari PT KA.

JPNN



Beri Tanggapan