Meski belum ada kepastian kapan pelaksanaan rekrutmen CPNSD 2010, Badan Kepegawaian Daerah Pendidikan dan Pelatihan (BKD Diklat) Kabupaten Madiun mulai ancang-ancang. Yakni, mengajukan dana pada perubahan APBD. Tidak tanggung-tanggung, anggaran yang diajukan lebih dari Rp 600 juta. ”Jumlahnya sama dengan penerimaan CPNSD tahun lalu,” kata Kepala BKD dan Diklat, Eddy Susanto.
Eddy menjelaskan hal itu sebelum hearing tentang rencana perubahan APBD dengan Komisi A DPRD Kabupaten Madiun. Menurut Eddy, langkah itu sebagai upaya antisipasi. Itu, jika sewaktu-waktu informasi tentang rekrutmen calon CPNSD diterima dari Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara. ”Untuk antisipasi. Kalaupun (penjaringan CPNSD) tidak ada, anggarannya nanti dikembalikan ke kasda,” jelasnya.
Saat ini, lanjutnya, BKD sudah mengajukan lowongan untuk 1.700 CPNSD. Dari tiga formasi yang diajukan ke Badan Kepegawaian Nasional (BKN), tenaga yang menempati rangking teratas adalah pendidik. Jumlahnya, sekitar 1.190 lowongan atau 70 persen. Sedangkan untuk tenaga medis dan teknis berada di urutan selanjutnya. ”Tergantung persetujuan dari pusat,” tuturnya.
Rencana pengajuan anggaran BKD dan Diklat dalam perubahan APBD itu ditanggapi Slamet, ketua Komisi A DPRD. Legislator dari Partai Demokrat itu menegaskan, sebelum ditetapkan agar dilakukan kajian. Baik lintas komisi di dewan dan dinas terkait di pemkab. ”Kalau jumlah yang diajukan saya pikir tidak masalah. Tetapi, harus memperhatikan anggaran untuk belanja yang lain,” tandasnya.
Slamet menambahkan, setelah kajian dilakukan, hearing akan kembali dilakukan. Itu, untuk menyesuaikan hasil analisa DPRD dengan pemkab. Harapannya, kebutuhan pemkab selain belanja gaji pegawai bisa terpenuhi.
JPNN
Baca juga :
Komentar :