Becak dengan penggerak mesin. Itu yang kini banyak dijumpai di jalanan Caruban, Kabupaten Madiun. Becak itu, dipasangi mesin disel dengan kekuatan seperti penggiling tepung. Data dari paguyuban becak Bersatu, alat angkut yang sudah dimodifikasi itu mencapai 100 unit. Tempat mangkalnya ada di beberapa titik seperti pertigaan Bungkus, pertigaan Jalan Slamet Riyadi, Jalan dr. Soetomo, kawasan pasar dan depan RSUD Caruban. ”Hampir di tiap tempat mangkal ada (becak bermesin, Red),” ujar Harsoyo, Ketua Paguyuban Becak Bersatu.
Fenomana itu, katanya, mulai berlangsung sejak Februari 2009. Setahun lalu, hanya ada 12 orang yang menggunakan becak bermesin. Kini, jumlahnya terus bertambah. Alasannya, pendapatan para abang becak lebih banyak. Sebab, bisa muat penumpang lebih banyak dibandingkan becak kayuh. ”Sebelumnya, kalau sudah capai ya nggak narik,” tuturnya.
Selain alasan itu, lanjut Harsoyo, saat ini para abang becak mayoritas usianya sudah di atas 40 tahun. Akibatnya, frekuensi menjalankan aktivitas kerja informal itu juga lebih rendah. ”Hal ini kami lakukan agar tetap bisa mencari nafkah,” tambahnya.
Bagaiamana dengan izin? Pria 71 tahun itu menjelaskan, pemberitahuan penggunaan becak bermesin sudah disampaikan ke Polsek Mejayan dan ditembuskan ke Polres Madiun, Satlantas Polres dan Bupati Madiun. Tujuannya, agar aktivitas abang becak mendapat perlindungan. Tetapi, hingga saat ini belum ada petunjuk lebih lanjut.
Kendati demikian, Harsoyo sudah mewanti-wanti agar saat melintas di jalan para abang becak memperhatikan beberapa hal. Di antaranya, menggunakan helm, kaca spion dan berjalan dengan kecepatan maksimal 30 kilometer perjam. Hal itu, sesuai yang diterapkan di Nganjuk.
Sementara itu, Kapolres Madiun AKBP Umar Effendi dikonfirmasi melalui Kasat Lantas AKP Wavek Arifin mengatakan penerapan becak bermesin sebenarnya tidak diperbolehkan. Apalagi, di jalan utama. Tetapi, upaya penindakan belum bisa dilakukan. Lantaran, perlu pendekatan persuasif kepada para abang becak. ”Ini masalah perut, maka dalam penindakan harus ada solusinya,” kata Wavek. Sekadar informasi, paguyuban becak Bersatu sudah berdiri sejak 1992. Kini beranggotakan lebih dari 600-an abang becak di wilayah Caruban.
JPNN